Jumat, 27 Maret 2015

Jika Istri Lebih Sukses dari Suami

Hampir semua wanita bangga jika suami sukses. Sebaliknya jika istri lebih sukses dari suami apakah juga demikian. Ternyata banyak suami yang merasa rendah diri jika istrinya lebih sukses. Bahkan minder dan merasa tersaingi oleh isteri.

Kebanyakan suami merasa tidak nyaman jika istri lebih sukses dari dirinya. Merasa harga dirinya terusik. Dan hal ini menjadi pangkal pertengkaran antar keduanya. Suami memiliki persepsi bahwa dialah yang harus menjadi penopang utama di keluarga. Juga ada persepsi bahwa suami akan kehilangan ruang romantisme. Karena romantisme adalah saat istri menerima pemberian (hadiah) dan suami melakukannya sebagai bentuk kasih sayang. Istri memberi hadiah suami dari kantong dan jerih payahnya sendiri dipandang sebagai hal yang merusak romantisme.



Tanpa disadari oleh suami, sikap yang demikian sama halnya dengan memandang buruk dirinya sendiri saat istri memiliki karier lebih bagus. Meski tidak sedang berkompetisi dengan isterinya.

Harus dipahami bahwa karier diluar rumah tidak merubah posisi hak dan kewajiban keduanya. Suami tetaplah kepala keluarga yang harus dihormati. Istri tetap dengan kewajiban sebagai ibu dan istri yang baik. Sebagai istri tetap meluangkan waktu untuk sekedang menyiapkan makan pagi dan bikinkan kopi untuk suami. Sebagai sarana untuk tetap membangun komunikasi dengan suami dan anak. Meski peran yang lain bisa digantikan oleh pembantu. Tapi tetap domain itu menjadi tanggung jawab istri.

Bangun Komunikasi Yang Intim


Saat suami istri mengalami kesenjangan karirnya yang menjulang, sehingga kurangnya kebersamaan dengan keluarga benar-benar tidak bisa terhidarkan lagi, masalah ini harus dibicarakan. Bicarakan masalah ini dengan kepala dingin. Pilih waktu dan suasana yang tepat. Saat berdua sedang santai. Relaks.

Mulai dengan kejujuran pada diri sendiri dan pasangan. Jujur pada diri sendiri berarti merendahkan hati untuk melihat istri yang sudah berperan besar buat keluarga. Sampaikan harapan dan keluhan. Sampaikan dengan hati-hati. Hal ini bisa jadi sangat sensitif. Jangan memaksakan untuk menyampaikan pikiran ada jika pasangan sedang menunjukkan ketidaknyamanan. Hentikan dan ajak pasangan tidur. Cari waktu lagi yang lebih tepat.

Jika diskusi ini tidak menghsilkan kesefahaman maka hadirkan pihak ketiga yang dipercaya keduanya. Mungkin tidak ada salahnya jika menghadirkan psikolog yang kompeten. Tapi intinya bicarakan masalah ini dengan harapan memahami masalahnya. Bisa jadi yang dibutuhkan adalah keterlibatan pasangan secara emosi maupun psikologis. Suami menjadi bagian dari kesuksesan istri. Masukan dan saran didengar. Sehingga secara moral suami merasa menjadi bagian dari kesuksesan istri.

Tips Hindari Konflik


Memang sudah semakin banyak istri mandiri. Mandiri dalam arti sudah mampu mencukupi kebutuhan diri sendiri dan tidak bergantung pada suami. Faktanya sekarang banyak istri lebih sukses dari suami. Banyak suami yang bisa menerima kenyataan ini. Ada pula suami yang sulit menerima dan menjadikan harga diri suami sebagai alasannya. Ada juga yang cuek. Tidak peduli. Tidak ada apresiasi maupun penolakan. Namun ada baiknya semua dimulai dari hak dan kewajiban masing-masing.

  1. Hormati suami. Meski telah mendapatkan penghasilan lebih besar dari suami, tetaplah hormat pada suami. Hindari melakukan hal-hal yang bisa menyinggung harga diri suami.

  2. Peran Dalam Rumah Tangga Tetap Jelas. Istri meski sudah memiliki karir bagus dan penghasilan yang besar sebaiknya tetap memerankan fungsi istri dengan baik. Mungkin tidak semuanya. Hal-hal yang sifatnya teknis bisa dilakukan pembantu. Namun istri tetap yang mengaturnya. Sempatkan menyediakan sarapan buat anak dan suami. Jika suami suka kopi bikinkan secangkir kopi.

  3. Saling Menghargai. Lepaskan jabatan di kantor. Dirumah tetaplah menjadi pasangan yang saling menghargai. Hindari membicarakan masalah kantor. Hal ini bisa menjadi sensitif. Aktivitas istri yang lebih banyak bisa jadi dianggap sindiran pada suami yang mungkin aktivitasnya lebih minim.

  4. Suami adalah pemimpin keluarga. Ingat, bahwa suami tetaplah pemimpin keluarga yang harus dihormati meski istri lebih sukses dari suami. Perankan sebagai istri yang tetap melayani dan hormat pada suami. Suamipun demikian, tetaplah berperan untuk melindungi istri dari setiap masalah yang menimpahnya.

Salam harmonis. Semoga bermanfaat. (*)


Agen Resmi ABE, SMS/WA: 0816520973. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon