Senin, 25 Mei 2015

Cara Berhubungan Badan Menurut Islam


Pencarian di google tentang cara berhubungan badan menurut Islam ternyata cukup banyak. Hal ini tidak lepas dari keinginan untuk menikmati seks tanpa harus melanggar ajaran agama. Islam adalah agama universal. Mengajarkan segala hal tentang kehidupan. Hal-hal yang remeh temeh sampai masalah kenegaraan. Mengajarkan tata cara berhubungan dengan Sang Pencipta juga sesama manusia. Hablum minallah wa hablum minannas. Juga mengatur tata cara berumah tangga yang baik. Mulai dari cara berkenalan, melamar, menikah sampai tentang tata cara bercinta. Semua lengkap.

Islam juga mengajarkan keseimbangan. Setiap hak yang dimiliki pemeluknya melekat juga kewajiban yang harus ditunaikan. Juga setiap kewajiban terdapat hak yang bisa dinikmatinya.


Misal, seorang istri harus taat jika suami mengajak berhubungan badan. Disaat yang sama suami diwajibkan untuk mengajak dengan cara yang baik. Dirayu dengan bahasa yang indah dan sopan. Tidak merendahkan. Harus dengan puja puji untuk membuatnya merasa berharga.

Suami tidak diperkenankan langsung 'bermain'. Dia diharuskan melakukan foreplay agar istri bangkit gairah seksualnya. Sehingga hubungan seks tidak terpaksa buat istri. Juga diperintahkan agar mengantar istri pada gerbang kenikmatan bercinta. Yakni orgasme. Agar istri juga merasakan nikmatnya bercinta sebagaimana suami. Bahkan, istri memiliki kesempatan merasakan multi orgasme. Orgasme berkali-kali dalam sekali 'permainan'.

Inilah konsep seks islami. Kewajiban istri melayani suami terdapat hak mendapatkan kenikmatan bercinta. Demikian pula suami, ia berhak mengajak istrinya namun melekat kewajiban untuk membuat istrinya senang dan bahagia. Itulah etika berhubungan intim suami istri dalam islam yang menekankan terjadinya hubungan yang saling memuaskan dan kesetaraan dalam mendapatkan kenikmatan.

Indahnya ajaran Islam dalam memberi tuntunan. Hubungan seks suami istri diatur sedemikian rupa sampai detail. Dan setiap aturan yang ditetapkan memiliki fadhilah (keutamaan) tersendiri. Sehingga bagi pemeluknya, tidak hanya menjalankan syariat agama tapi juga memperoleh manfaatnya.

Tata Cara Bercinta Menurut Islam


Istri Dalam Keadaan Suci


Istri harus dalam keaadaan suci. Tidak diperkenankan bersetubuh saat istri sedang haid. Haid adalah siklus reproduksi wanita yang mengeluarkan darah kotor. Islam tegas melarang suami melakukan persetubuhan saat istri datang bulan.
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah/2: 222)

Makna "mendekati" dalam ayat diatas adalah suami mengajak berhubungan seks. Secara medis, bersetubuh saat haid bisa berdampak buruk bagi wanita. Saat hubungan badan wanita yang sedang datang bulan rentan terhadap trauma pada mulut rahim. Darah haid yang tidak steril bisa masuk ke dalam perut.

Darah merupakan medium yang baik yang untuk tumbuh kembangnya bakteri yang berbahaya bagi tubuh.

Bersih dan Wangi


Islam memandang bahwa kebersihan sebagian dari iman. Salah satu tolok ukur keimanan adalah menyukai hal yang bersih dan suci. Oleh karena itu dianjurkan suami istri suci, bersih dan wangi sebelum berhubungan intim.

Disunnahkan bagi istri untuk memakai parfum/wewangian saat bersama suami.
“Sebaik-baik wanita adalah yang harum badannya dan dan bersih".

Gunakan wewangian yang sesuai selerah berdua. Ada kalanya selera minyak wangi yang dipakai istri berbeda dengan suami. Hal ini justru akan merusak romantisme.

Suami harus menjaga bau badan dan mulutnya. Sebelum bersenggama sebaiknya mandi dan menggosok gigi. Mengingat saat bercinta kontak mulut dan badan tak terelakkan lagi. Hal ini akan menambah kenyamanan saat bercinta.

Mengenakan Lingerie


Istri diperkenankan mengenakan baju seksi seperti lingerie. Hal ini agar suasana percintaan menjadi lebih erotis. Erotisme dalam rumah tangga akan menambahkan kehangatan pasangan suami istri. Tapi lakukan saat berdua dengan suami. Sebaiknya juga tidak dihadapkan anak-anak yang sudah baligh.
“Sebaik-baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat. Yakni keras menjaga kehormatan dirinya lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya.” (HR. Ad Dailami)

Boleh Telanjang Bulat


Pasangan suami istri diperbolehkan bertelanjang bulat saat bercinta. Namun hal ini menurut sebagian ulama hukumnya makruh. Boleh dilakukan. Namun jika mengenakan penutup itu lebih baik.

Sebaiknya kenakan kain atau selimut untuk menutupi tubuh yang sedang telanjang bulat.
”Jika seseorang diantara kamu menyetubuhi istrinya, hendaklah memakai kain penutup dan janganlah sama-sama bertelanjang sebagaimana telanjangnya dua ekor keledai.” (HR. Ibnu Majah)

Melakukan Foreplay


Antar istri ke puncak khayalan dengan ciuman mesra dan cumbu rayu. Rangsanglah organ hot spot (payudara, klitoris dan g-spot) agar gairahnya bangkit. Saat istri sedang tinggi libidonya, orgasme akan mudah diraihnya.

Sedang bagi suami, foreplay adalah untuk menormalkan libido yang menggebu-gebu. Suami yang melakukan penetrasi dengan menggebu-gebu berpotensi ejakulasi dini. Hal ini pasti mengecewakan istri.
“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. Tirmidzi)

Variasi Seks


Variasi seks diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan. Juga untuk menambah suasana romantis. Suami istri bisa saja melepaskan hasrat dengan gaya yang sama. Namun hal itu bisa menghilangkan gairah berumah tangga. Rumah tangga yang tanpa mawaddah. Kehilangan kemesraan.

Dibolehkan berhubungan seks dengan istri dengan gaya apapun. Asal tidak membahayakan dan menyakiti istri. Tapi harus bertujuan menambahkan romantisme. Bisa dilakukan penetrasi dari arah mana saja. Dari depan, samping dan belakang. Dengan posisi berdiri, telungkup, duduk, berbaring dll.
“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. 2:223)

Dengan catatan, semua gaya tersebut melalui lubang vagina. Bukan dubur.

Sodomi Haram dan Dilaknat


HARAM hukumnya melakukan penetrasi pada istri melalui dubur atau SODOMI. Atau istilah lainnya, liwat atau anal sex.

Anal sex dipandang agama sebagai kezhaliman. Bagaimana tidak, dubur yang berfungsi sebagai organ untuk membuang kotoran (feses) digunakan untuk aktivitas lainnya. Dubur dilindungi rectum yang berfungsi untuk menjaga masuknya penyakit ke dalam tubuh manusia. Jika terkena benda tumpul maka akan rusak. Kemampuan mem-filter penyakit berkurang.

Trauma yang terjadi akibat gesekan yang terus menerus di anal bisa berakibat infeksi. Ia akan sulit sembuh. Luka bercampur dengan feses yang penuh dengan bakteri dan kuman akan memperparah keadaan. Apalagi rectum yang menjaga masuknya kuman juga rusak. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya.

Virus HIV-AIDS yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya juga bermula dari dari aktivitas seks yang menyimpang ini.
“Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya." (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

Mengantar Agar Istri Orgasme


Dalam berhubungan badan hendaknya suami tidak hanya memikirkan kesenangan dirinya saja. Tapi juga harus memperhatikan kenikmatan istrinya. Yakni berusahan agar istri juga mengalami orgasme. Ini pentingnya suami tahu cara agar istri orgasme. Selain membekali diri dengan kemampuan teknik bercinta yang baik, juga harus pula menjaga stamina. Hal ini agar hubungan suami istri menjadi saling memuaskan.

Setidaknya jika tidak bisa memberikan orgasme karena ejakulasi dini atau sebab lain maka suami jangan langsung tidur. Tetaplah bersikap mesra setelah selesai. Belai dan cumbui istri beberapa saat. Sehingga istri tidak merasa dicampakkan setelah suami menyelesaikan hasratnya.
“Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya.” (HR. Abu Ya’la)

Info Mengatasi Ejakulasi Dini : www.abeharmoni.com


Mencuci Kemaluan dan Berwudhu


Suami berbeda dengan istri yang bisa mengalami multi orgasme dalam satu kali persetubuhan. Suami butuh pemulihan (refraktori) setelah orgasme yang pertama. Jika ingin melakukan merasakan orgasme lagi, suami hendaklah mencuci kemaluannya. Kemudian ia berwudhu. Ritual berwiudhu ini akan membuat badan dan fikiran kembali segar. Dan bisa melanjutkan hajat berikutnya.
“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim)

Pasca Bercinta


Hubungan intim suami istri akan menambah keharmonisan dalam berumah tangga. Namun jika tidak bisa mengakhiri dengan cara yang indah bisa jadi aktivitas ini hanya menjadi rutinitas belaka. Tanpa kesan dan tidak berbekas. Bahkan jika suami langsung tidur setelah menyelesaikan hajatnya, ini bisa melukai perasaan istri.

Karena itu penting bagi pasangan untuk sejenak berbincang hal-hal ringan. Salah satunya membicarakan aktivitas yang baru dilakukannya. Setelah bercinta biasanya istri sedikit agak manja. Biarkan ia mengekspresikan dengan memeluk anda. Dan balaslah dengan pelukan yang tulus untuk menunjukkan bahwa anda sangat menyayanginya.
"Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya.” (HR. Abu Ya’la)

Setelah ritual tersebut tersebut silakan anda tidur atau mandi besar. Dan lihatlah dampaknya esok hari.

Demikian informasi tentang cara berhubungan badan yang memuaskan menurut islam. Wallahul A'lam Bish Showab. Semoga bermanfaat.

Salam harmonis.

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 0816520973. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Gojek, juga melayani COD

1 komentar so far

[…] Baca : Cara Berhubungan Badan Yang Memuaskan Menurut Islam […]


EmoticonEmoticon