Senin, 31 Agustus 2015

Ciri dan Cara Mengatasi Anak Hyperaktif

Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang tumbuh dengan aktif dan ceria. Namun jika anak aktif berlebihan atau hyperaktif, tentu akan membuat orang tua merasa khawatir dan sulit mengatasinya.

Karena itulah, penting bagi orang tua untuk tahu bagaimana cara mengatasi anak hyperaktif.  Apalagi, anak yang hyperaktif bukan hanya tidak bisa diam, tapi sering kali kasar dan meremehkan orang lain. Jadi, sebagai orang tua harus mengatasi masalah ini sejak dini.




Pengertian Hyperaktif

Sebelum itu, kenali dahulu apa pengertian anak hyperaktif. Jika ditinjau dari segi psikologis, anak hyperaktif adalah anak yang mengalami gangguan tingkah laku tidak normal akibat terjadi disfungsi neorologi utama.

Kerusakan kecil yang terjadi pada otak dan sistem saraf pusat biasanya yang menyebabkan terjadinya gangguan hyperaktif ini. Anak yang hyperaktif biasany sulit untukmemusatkan perhatian dan konsentrasi serta sulit dikendalikan.

Ciri-ciri Anak Hyperaktif

Ciri-ciri anak hyperaktif, terutama pada anak yang berusia 5 tahun adalah :
  • Tidak menyelesaikan pekerjaan yang sedang dikerjakan dan juga cepat beralih pada kegiatan lain.
  • Selain itu, anak hyperaktif juga perkembangan bahasa dan motoriknya terlambat dan susah untukmengontrol suasana hati.
  • Ciri yang lain adalah anak tidak bisa duduk dengan tenang bahkan bisa sampai merosot dari tempat duduk.
  • Mereka juga cenderung tidak mengenal lelah seakan dirinya adalah mesin. Bukan hanya badannya, mulutnya juga tidak bisa diam dan terus saja berkicau layaknya burung.
  • Anak hyperaktif juga tidak pernah mau mendengarkan ucapan orang tua, apalagi orang lain dan matanya tidak pernah menatap lawan bicaranya.
  • Ciri yang lainnya adalah, anak hyperaktif susah tidur atau walaupun tidur tapi terus merasa gelisah.
Anak hyperaktif tidak bisa didiamkan begitu saja, tapi perlu ditangani dan dididik sejak dini.

Cara mendidik anak hyperaktif ada berbagai cara.

  • Pertama adalah dengan memastikan kalau anak mendapatkan kegiatan ekstrakulikuler. Tujuannya agar anak bisa melampiaskan sisi hyperaktif. Bola, renang dan karate bisa menjadi pilihan yang tepat.
  • Kedua adalah mengajarkan anak untuk duduk diam saat makan. Bukan hanya saat makan sebenarnya, tapi juga dalam hal normal lainnya, walaupun memang cukup sulit.
  • Ketiga adalah membuat anak untuk selalu gembira kapan saja anak membutuhkan. Fasilitas rumah juga dibuat senyaman mungkin, misanya adalah dengan menyediakan game PSP atau game PC ataupun fasilitas internet ataupun lainnya yang mengarah ke hal yang positif.
  • Terakhir adalah untuk berhati-hati saat memasukan anak ke sekolah. Kesalahan dalam memilih sekolah bisa berakibat bagi sifatnya untuk kedepan. Lebih baik memilih sekolah yang berisi anak anak pintar dan berpendidikan.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendidik anak yang hyperaktif. Satu hal yang pasti, jangan pernah menilai kalau anak hyperaktif adalah anak yang aneh atau berkelainan, karena pada dasarnya, anak hyperaktif adalah anak normal.

Semoga artikel ciri dan cara mengatasi anak hyperaktif ini bermanfaat.

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 0816520973. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon