Rabu, 26 Agustus 2015

Ingin Anak Hebat, Jangan Bentak Anak

Tidak sempurna bila rumah tangga tanpa anak. Pasangan yang telah lama menikah dan belum punya anak akan melakukan berbagai upaya untuk mendapatkannya. Dana jutaan bahkan ratusan juta digelontorkan untuk mengikuti program bayi tabung. Itulah pentingnya kehadiran anak. Begitu pentingnya hingga rela melakukan apapun untuk kesenangan anak. Bahkan sering mengabaikan prinsip mendidik anak yang mengajarkan kemandirian dan kebaikan.

Anak Bisa Menjadi Fitnah

Namun, kata pesan agama, anak adalah fitnah. Anak bisa menjadi kebanggaan orang tua saat berprestasi. Dan menjadi penderitaan bagi orang tua jika nakal. Butuh pengetahuan agar orang tua bisa mendidik dengan benar. Banyak orang tua merasa telah melakukan yang terbaik buat anak. Padahal justru merusak mental anak.

Dengan alasan mendidik disiplin orang tua sering marah atas kenakalan anak. Bahkan tak jarang orang tua menghukum si kecil agar mendapat efek jera dan berubah menjadi penurut. Tapi tahukah bahwa anak usia hingga tujuh tahun adalah masa pembentukan jatidirinya. Butuh kebebasan untuk mengekspresikan kreatifitasnya. Syarat otak anak kecil masih belum sempurna.

Inilah pentingnya orang tua paham pendidikan anak. Pahami dunia anak. Jangan dunia orang tua.

Salah Asuhan

Anak pemalu atau berani yang ekstrem sebagaian besar mengalami kerusakan otak. Ada kelainan. Pada kasus bawaan lahir misal terlihat pada anak-anak berkebutuhan khusus. Ada yang sangat pemalu (pasif). Ada juga juga yang sangat berani. Cenderung tidak tahu sopan santun.

Namun sikap berani atau pemalu yang ekstrem juga terjadi karena salah asuh. Ini terlihat pada anak-anak yang sering menerima perlakuan negatif dari orangtuanya. Tanpa disadari, perlakuan ini bisa menyebabkan otak anak mengalami kerusakan.

Pada masa tumbuh kembang anak, saraf otak masih dalam proses saling bersambungan. Proses ini akan terganggu jika anak mengalami tekanan. Tekanan bisa berupa bully dari temannya atau bentakan dari orang tuanya. Orang tua mudah tersulut kemarahannya saat melihat anak nakal atau tidak nurut. Tentunya dengan dalih mendidik dan mendisiplinkan.

Ingin Anak Hebat, Jangan Bentak Anak

Saat orang tua membentak, memarahi atau merendahkan anak dengan kata-kata dan perbuatan kasar serta beragam sikap tak baik lainnya maka jiwa anak menjadi tertekan. Tekanan yang dialami anak ini berakibat pada rusak dan gagalnya proses persambungan sel-sel saraf otak. Jika sudah mengalami kerusakan tentunya perlu waktu untuk membangunnya kembali. Perbaikan pun tak akan berlangsung sempurna karena bekas kerusakannya terlanjur menetap.

Selain itu, orang tua yang tidak pernah memuji dan mengapresiasi anak akan membentuk cara berpikir yang tidak optimal. Informasi yang diterima anak tidak akan sampai ke pusat otaknya. Melainkan hanya diproses di batang otak saja. Sehingga sulit untuk bisa berpikir logis.

Karena itu diperlukan pola asuh yang tepat. Agar dapat membuat anak happy dan percaya diri. Meski demikian tidak berarti orang tua memanjakannya. Anak harus diajari mandiri dan kreatif. Antara lain dengan cermat dan berhati-hati menghadapi anak. Berbicara dengan intonasi yang lembut. Ajaklah dialog yang sesuai umurnya. Agar anak memiliki saluran untuk bercerita. Intinya jadilah orang tua yang mampu bersikap luwes di segala situasi.

So, ingin anak hebat, jangan bentak anak.

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 0816520973. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Gojek, juga melayani COD

3 komentar

[…] berpengaruh terhadap mental anak saat usia dewasa. Sebagaimana artikel sebelumnya yang berjudul Ingin anak hebat, jangan bentak anak mengulas bagaimana orang tua tidak diperkenankan mendidik dengan cara keras saat anak usia dini. […]

[…] Meskipun demikian, sebaiknya orang tua tidak perlu marah atau membentak si kecil. Baca : Ingin anak hebat, jangan bentak anak. […]

[…] Baca : Ingin anak hebat, jangan bentak anak. […]


EmoticonEmoticon