Rabu, 02 September 2015

Definisi Sakinah Mawadah Warahmah

"Semoga Sakinah Mawadah Warahmah"

Kata-kata itulah yang sering diucapkan atau menjadi ucapan yang diberikan kepada calon suami-istri yang sedang menikah. Kalimat itu sudah menjadi “ucapan wajib” oleh setiap orang, bahkan bagi non muslim yang menghadiri atau mengomentari pernikahan kerabatnya. Namun banyak yang tidak memahami apa makna sakinah mawadah warahmah.


Agama memiliki peran penting dalam membangun rumah tangga idaman. Karena agama memberi tuntunan bagaimana membentuk rumah tangga yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Yakni rumah tangga yang dinaungi  dengan ketentraman (sakinah), saling cinta (mawadah) dan penuh kasih sayang (rahmah).

Sebagaimana diabadikan dalam Firman Allah SWT :

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya (sakinah), dan dijadikan-Nya diantaramu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. “ (Ar-Ruum : ayat 21)

Dari ayat diatas bisa ditarik benang merah bahwa setiap rumah tangga yang dibangun atas pondasi agama yang kuat dengan iman yang kokoh maka akan terbentuk rumah tangga yang diidamkan setiap pasangan. Karena Allah sudah menetapkan jodoh buat kita agar kita mendapatkan ketentraman.

Definisi Sakinah Mawadah Warahmah

Sakinah

Sakinah mengandung makna ketenangan. Dengan berpegang pada nilai-nilai Islam maka setiap yang menikah harus merasa yakin bahwa pasangannya adalah yang terbaik. Dan itu harus disyukuri. Hanya orang yang beriman yang mampu bersyukur atas karunia-Nya. Inilah yang menimbulkan ketentraman dan ketenangan dalam rumah tangga.

Munculnya perasaan menyesali atas pasangan, berarti menggugat takdir Allah atas jodoh kita. Hal ini akan mengganggu keharmonisan rumah tangga. Karena selalu saja muncul pengandaian-pengadaian atas wanita/ pria yang lain. Seolah-olah ada kesalahan perjodohan.

Nasehat orang tua dulu, “Buka mata lebar-lebar sebelum menikah, dan tutup rapat-rapat setelah menikah” mengandung makna bahwa segala yang telah menjadi milik kita tidak boleh dibanding-bandingkan dengan yang lain. Toh, ada kesempatan untuk melakukan “screening” pada calon pasangan sebelum menikah.

Memang selalu ada ketidak cocokan. Hal ini wajar karena ada dua pikiran bersatu untuk satu tujuan. Namun, benarkah ada pasangan yang benar-benar cocok. Rasanya tidak ada. Yang ada adalah dicocok-cocokkan. Pernikahan adalah serangkaian untuk mempesatukan dua perpedaan. Butuh kerendahan hati untuk melakukan.

Maka sakinah akan didapatkan oleh pasangan yang mensyukuri pernikahannya dan meyakini bahwa ketetapan Allah adalah yang terbaik buat kita.

Mawadah

Mawadah mengandung makna rasa cinta. Yakni perasaan yang muncul atas pasangan. Mawadah adalah rumah tangga yang romantis. Penuh cinta dan canda tawa. Termasuk didalamnya adalah syahwat. Syahwat yang dihalalkan bahkan berpahala. Syahwat yang dihiasi rasa cinta pada pasangan. Roman seperti itu serasa pacaran. Penuh gairah dan berbunga-bunga. Menimbulkan syahwat untuk bercumbu dan bercinta.

Sayangnya banyak pasangan suami istri yang kehilangan rasa itu. Akibat pacara terlalu lama dan bebas. Karena itu Islam mengajarkan berpacara setelah menikah. Agar masa indah itu dapat dinikmati dengan ikatan yang dihalalkan oleh agama.

Selain berpahala, "berpacaran" setelah menikah akan menciptakan rumah tangga yang penuh dengan bunga-bunga asmara. Aura rumah tangga akan mendatang banyak berkah. Dan akan menimbulkan quratal a’yun. Menyenangkan pandangan mata yang melihatnya. Rumah tangga yang semacam inilah disebut mawadah.

Rumah tangga tanpa mawadah ibaratnya makan hanya untuk kenyang. Tidak ada “taste”. Makanan yang tidak mengundang selera. Rumah tangga berjalan datar-datar saja. Hanya menjalani rutinitas untuk menjalankan fungsi, hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Mawadah tidak datang dengan sendirinya seperti saat kasmaran. Tapi harus diperjuangkan dan dijaga. Bersikap baik, penuh perhatian dan mesra butuh kerendahan hati dan kesabaran. Adakalahnya kejengkelan pada pasangan merusaknya. Sikap yang selalu memaafkan pasangan akan menjadi penguat tumbuhnya romantisme.

Rahmah

Rahmah adalah sikap kasih sayang yang bersumber pada karakter dasar kemanusiaan. Yang menyanyangi dengan tulus dengan hanya mengaharap ridho Allah. Sikap peduli terhadap pasangan dengan mengedepankan sikap welas asih.

Sabar adalah kuncinya. Memiliki sifat penyayang adalah alatnya. Tidak mengatasnamakan kekerasan dan amarah sebagai cara menasehati anak dan istri. Tidak menjadikan hak dengan memaksa istri bercinta dengannya. Tidak membiarkan istri kelelahan dalam mengurusi rumah dan anak. Menasehati harus dengan cara yang lembut dan baik.

Demikian pula istri, senantiasa tulus merawat anak dan suami. Mengurus rumah tangga dengan penuh welas asih. Merawat suami saat sakit keras. Meski sakitnya berakibat pada kehilangan pencari nafkah. Bahkan menyebabkan tidak berfungsinya kelelakiannya. Itulah gambaran sederhana wa rahmah.

Islam mengajarkan bahwa seorang suami harus bersikap baik terhadap pasangannya.

“Bergaullah kalian dengan para istri secara patut. Bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (An-Nisa`: 19)

Agama juga menegaskan bahwa suami yang mampu bersikap baik terhadap istrinya sebagai ukuran kebaikan hatinya di masyarakat.

“Kaum mukmin yang paling sempurna keimanannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baiknya kalian ialah yang terbaik kepada istri-istrinya”. (HR. At-Tirmidzi)

Doa Pernikahan

Allah mencintai rumah tangga yang indah. Rumah tangga yang penuh dengan akhakul karimah.Yang dihiasi dengan iman. Sakinah mawadah warahmah bersumber dari pribadi masing-masing. Dari hati masing-masing. Namun Allah-lah yang membolak-ballikkan hati. Karena itu jangan berputus asa berharap agar terjaga hatinya dari nafsu yang menyesatkan.

Karena itu ketaqwaan kita pada Allah menjadi dasarnya. Rumah tangga yang demikian akan selalu dinaungi keberkahan dari Allah. Berkah itulah yang akan memudahkan segala urusan dan dijauhkan dari kesulitan.

Doa pernikahan bukan "Semoga sakinah mawadah warahmah". Tetapi mendoakan agar keberkahan pernikahan menaungi pasangann selamanya. Keberkahan itulah yang menuntun terjadinya Sakinah Mawadah Warahmah.

"Barokallahu Lakuma wa Baroka Alaikuma fi khoir".

Semoga keberhahan dan kebaikan untukmu dan kalian semua (anak, istri dan keluarga).

Semoga Allah SWT menganugerahi pernikahan kita dengan keberkahan. Amin.

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 0816520973. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon