Jumat, 04 September 2015

Ejakulasi Dini Itu Normal

Pengetian Ejakulasi dini adalah ketidakmampuan mengontrol keluarnya sperma dalam waktu lebih cepat dari yang diinginkan.

Ejakulasi Dini adalah masalah yang dialami banyak pria. Mereka tidak menyadarinya. Sebagian malah menganggap masalah biasa. Karena rumah tangganya berjalan baik-baik saja. Istri juga tidak menyampaikan keluhannya.

Beberapa pria mengalami ejakulasi dini saat foreplay sedang berlangsung. Ada juga yang mengalami ejakulasi dini saat penetrasi. Yang sering terjadi adalah beberapa saat setelah penetrasi. Namun yang  umum terjadi adalah pada pengalaman pertama melakukan aktivitas seksual. Yakni saat malam pertama pernikahan. Namun dalam kasus malam pertama  biasanya akan berangsung normal pada pengalaman berikutnya.



Semua pria pernah ejakulasi dini. Minimal satu kali selama hidupnya. Karena itu bisa dikatakan bahwa ejakulasi dini itu normal bagi lelaki. Karena itu jangan berkecil hati bagi yang mengalaminya.

Meski demikian, tidak berarti diam saja. Tidak berbuat apa-apa. Suami yang baik harus memperhatikan kebutuhan istri. Kebutuhan untuk menikmati hubungan badan sebagaimana para suami. Istri berhak mendapatkan orgasme. Kenikmatan yang hampir selalu dialami suami saat ejakulasi. Seorang suami tetap bisa menikmati orgasme meski ejakulasi dini. Sementara seorang istri butuh durasi lebih lama dalam bercinta agar bisa menikamati orgasme. Nah, disini suami harus mencari jalan keluarnya.

Ejakulasi Dini itu Relatif


Menurut dokter Naek L. Tobing, disebut ejakulasi dini itu jika suami tidak mampu menahan keluarnya sperma sebelum 10 tusukan. Karena jarang wanita bisa orgasme pada hitungan tersebut. Umumnya pada gerakan ke-20, istri baru merasakan kenikamatan seks.

Menurut Boyke Dian Nugraha, disebut ejakulasi dini jika tidak kurang dari 3 menit sudah muncrat. Idealnya hubungan itu diatas 5 menit. Karena pada durasi tersebut wanita baru orgasme.

Menurut Zoya Amirin, S.Psi, disebut ejakulasi dini jika tidak mampu menahan ejakulasi lebih dari 2 menit. Lebih dari itu jika belum mampu membuat istri orgasme meski tekniknya bagus dan penetrasinya hebat.

Dari pengertian yang disampaikan para pakar tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa ejakulasi dini itu relatif. Tergantung pasangannya. Jika sudah menikmati orgasme meski dalam durasi pendek maka ejakulasi dini dianggap tidak masalah. Sebaiknya jika durasinya panjang namun belum mampu membuat istri orgasme maka masih dikategorikan sebagai ejakulasi dini. Ukurannya adalah kepuasan istri.

Membangun Komunikasi Intim


Komunikasi suami isti sangat penting. Bukan komunikasi biasa. Tapi komunikasi yang intim. Komunikasi yang tidak terhalangi sekat ke-tabu-an. Sehingga istri secara terbuka berani menyampaikan keluhan dan harapannya. Jika suami istri mampu menemukan akar masalahnya akan mudah dicarikan solusinya. Misal, ejakulasi dini yang dialami suami sebaiknya disampaikan pada istri. Hal ini dimaksudkan agar penanganannya mendapatkan support dari istri. Apakah harus dilakukan penanganan medis atau konsultasi ke dokter ahli. Ataukah cukup dengan mengkonsumsi obat kuat. Atau menggunakan foredi gel (oles).

Menyampaikan problem dirinya juga akan menumbuhkan empati istri. Kekecewaan atas ejakulasi dini tertutupi oleh kepedulian istri pada suaminya. Istri juga perlu menyampaikan keluhan dan harapannya. Misal, istri minta diperlakuan seperti apa sebelum bercinta. Atau menawarkan gaya yang nyaman. Atau jangan terlalu kasar saat penetrasi dan sebagainya. Komunikasi akan memberi solusi win-sin solution. Sama-sama enak.

Masalah yang umum buat istri adalah sulit orgasme. Meski ada yang mudah orgasme. Bagi pasangan yang sudah lama menikah cenderung untuk melakukan hubungan seks yang terburu-buru. Suami hanya menyalurkan hasratnya kemudian tidur. Istripun hanya melayani sebagai rutinitas belaka. Tanpa rasa dan gairah. Penyebabnya adalah istri tidak menganggap seks sebagai kegiatan yang dinantinya. Yang membuatnya merasa nikmat dan rileks.

Itulah pentingnya keterbukaan seksual.

Foreplay Itu Penting


Orang bisa bercinta tanpa rasa. Tapi sulit melakukan foreplay jika tidak ada rasa. Itulah pentingnya foreplay.

Foreplay dianggap bagian penting dari aktivitas seksual. Karena dapat memperkuat hubungan suami istri. Foreplay bisa menurunkan ketegangan fisik maupun psikis. Kepenatan menjadi lebih rileks. Hambatan psikologis suami dan istri luruh saat aktivitas ini.

Bagi suami, foreplay berfungsi menurunkan hasrat yang menggebu menjadi stabil. Sehingga penetrasi tidak dilakukan secara terburu-buru. Penetrasi yang terburu-buru berpotensi ejakulasi dini. Lebih dari itu foreplay akan menurunkan ego kelelakian suami. Foreplay akan menumbuhkan rasa peduli pada istrinya.

Bagi istri,  foreplay akan membuatnya rileks dalam memulai aktivitas seksual. Hormon akan bekerja optimal. Tidak hanya akan meningkatkan gairah seks. Tapi juga perasaan senang dan bahagia. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seksual yang memuaskan khususnya bagi istri akan menambah rasa sayang pada pasangannya. Wujudnya, semakin peduli dan percaya pada suaminya dalam kehidupan sehari-hari.

Herbal Anti Ejakulasi Dini


Cobalah produk herbal rekomendasi Boyke Dian Nugraha. Foredi Gel. Ramuan tahan lama yang aman bagi jantung. Berbeda dengan produk jamu kuat pria atau obatkuat yang dikonsumsi, Foredi Gel cukup dioles pada organ intim suami. Siapa tahu problem ejakulasi dini dapat teratasi.

Semoga bermanfaat. (*)

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 0816520973. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon