Jumat, 04 September 2015

Sedekah Tukang Becak di Hari Jumat

Kisah Inspiratif :

Kisah ini dimulai saat seorang lelaki kaya menumpang becak jarak dekat. Tanpa tawar-menawar lelaki kaya itu membayar tarif becak 20 ribu. Tarif itu diatas harga pasaran becak di daerah itu. Mumpun hari jumat ia membayar lebih. Itung-itung sedekah. Tapi dia agak terperanjak saat menyerahkan ongkos becak ternyata ditolak.

“Kulo ikhlas Pak, mboten usah dibayar. Kulo sagete namung sedekah kados niki”. (Saya ikhlas pak, tidak usah dibayar. Saya hanya bisa bersedekah dengan cara begini ini)

Penumpang ini kaget. Karena  terburu-buru ia tidak sempat bertanya. Ia langsung pergi setelah mengucapkan terima kasih. Meski demikian, kejadian itu membuatnya berfikir ada apa gerangan dengan tukang becak ini. Tapi karena banyak agenda pekerjaan yang harus dikerjakan ia lupakan peristiwa barusan.


Hari jumat kemudian, lelaki kaya ini ketemu tukang becak itu lagi. Dan naiklah ia sambil minta diantar ke tempat tujuan.  Kali ini dia menyiapkan uang yang agak besar. Barangkali kali ini tukang becak mau menerima uangnya. Ia menyerahkan 200 ribu. 10 kali lipat dari uang yang sedianya dibayarkan tukang becak seminggu sebelumnya.

Tukang becak yang sudah tua itu bersikap sama seperti sebelumnya. Dengan tenang beliau menjawab :

“Insyaalllah, kulo ikhlas Pak. Kulo sagete namung sedekah ngenten niki, ngeteraken tiyang”. (Insyaallah saya ikhlas pak, saya hanya bisa bersedekah dengan cara begini ini. Mengantarkan orang).

Karena merasa aneh, penumpang kaya ini lantas bertanya :

“Lha kalo begini terus, anak isteri bapak makan apa. Kenapa tidak mau dibayar?”

Tukang becak itu lantas menjawab :

“Alhamdulillah, rayat kulo mendukung kulo. Piyambake nggih ikhlas, saben jumat kulo sedekah kados ngenten niki”. (Alhamdulillah, istri saya juga mendukung saya. Dia juga ikhlas kalo setiap jumat saya sedekah dengan cara seperti ini).

“Oh, jadi Bapak hanya menggratiskan becak pada hari jumat saja”, tanya si penumpang kaya ini.

“Nggih pak”, jawab tukang becak tua itu.

“Rumah bapak dimana?” Tanya penumpang itu penasaran.

“Dinoyo Pak, wingkingipun bank”. (Di Dinoyo -Kota Malang Jatim- Pak. Dibelakang bank).

Nampaknya penumpang kaya ini terus mikir. Ada apa dengan tukang becak ini. Hingga ia sulit tidur. Peristiwa inipun diceritakan pada istrinya. Istrinyapun ikut kepikiran.

Akhirnya, untuk menjawab rasa penasaran tersebut ia bertekad mencari jawaban atas peristiwa ini.

Jumat berikutnya ia ke Dinoyo Malang. Bukan untuk urusan pekerjaan. Juga bukan untuk mendapatkan becak gratisan. Ia mencari rumah tukang becak tersebut. Setelah menyusuri gang sempit di belakang bank dan bertanya dengan orang-orang di daerah itu, ketemulah rumahnya. Ternyata kedermawanan tukang becak itu sudah dikenal di daerah itu. Hal ini memudahkan menemukan rumahnya.

Setelah mengetuk pintu, keluarlah perempuan tua yang sedang mengenakan mukena.

Ia hampir kehilangan kendali. Hatinya bergetar. Tanpa terasa air mata meleleh dipipi si orang kaya ini. Batinnya menangis. Terharu atas pemandangan di depannya. Seorang perempuan tua yang bersahaja dengan mengenakan mukena karena sedang sholat dhuha di rumah yang sangat sederhana. Betapa selama ini  ia yang telah mendapatkah limpahan rejeki yang banyak dari Allah SWT malah jarang bersimpuh dihadapan-Nya. Jangankan besedekah dan sholat dhuha, sholat 5 waktu sering ia tinggalkan karena kesibukannya mencari uang.

Ia pun mencium tangan si ibu tua itu. Lantas ia minta izin meminjam KTP bapak dan ibu sekalian.

“Bapak tasih siram. Siap-siap badhe bidal sholat Jumat. Panjenengan nyambut KTP kajenge damel nopo nggih?” Tanya ibu tua itu penasaran.

(Bapak masih mandi. Lagi siap-siap mau berangkat sholat jumat.  Bapak pinjam KTP mau dibuat apa ya).

“Bapak dan ibu telah menyadarkan saya. Mungkin ini jalannya hidayah dari Allah untuk saya sekeluarga. Insyaallah, bapak dan ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya dan istri. Mohon ibu berkenan menerimanya”.

“Subhanallah”, tanpa bisa berkata-kata apa-apa ibu itu lantas berkaca-kaca menahan haru. Seketika itu ia masuk rumah dan bersujud syukur.

Subhanallah. Sebuah kisah nyata yang memberi inspirasi buat kita semua. Bukti bahwa janji Allah benar adanya. Siapa yang bersedekah dibalas dengan pahala 10 kali lipat. Bahkan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Lebih dari itu, sedekah dan sikap kebersahajaan pak tua itu telah membuka mata hati seseorang untuk insyaf dari kekhilafannya.

Semoga kisah sedekah tukang becak di hari jumat ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk gemar bersedekah. Amin

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 0816520973. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon